topbella

Sunday, February 16, 2014

Solo Berselimut Abu Kelud

Kamis, 13 Februari menjelang midnight, sekitar jam sebelasan malem, gunung Kelud di Kediri, Jatim meletus. paginya, hari jumat, efek letusan Kelud berupa abu vulkanik sukses menyelimuti Solo. Udah dari semalem sebenarnya, tapi nggak keliatan kan kalo malem2.. ^^

walhasil, Solo jadi gelap tertutup abu. kayak gini nih penampakannya ...
 Kondisi jalan raya di Solo pasca erupsi Kelud (source)








Rumah-rumah di Solo berselimut abu (source)

saking parahnya, walikota solo sampe meliburkan sekolahan selama dua hari. pasar dan terminal juga sepi, kata berita. sampe ada berita yang bilang kalo abu vulkanik melumpuhkan perekonomian kota Solo, beritanya di sini. bahkan penerbangan pun di stop. kondisi pesawatnya aja di bandara adi soemarmo solo kayak gini nih...
Pesawat berselimut debu (source)
praktis, seharian aku hibernasi di rumah sama anak-anak. padahal sebenernya hari itu full dari pagi sampe sore, ada empat agenda acara dari mulai rapat di sekolahan, rapat MEC, acara bulanan LINGUA, gathering, yang semuanya di cancel sama penyelenggara alias yang ngasih undangan.

besoknya, anak-anak ngajakin keluar. awalnya mau ke timezone ngabisin voucher gratis yang dah 3 bln belom sempet kepake lagi. tapi karena kondisi masih belum stabil, akhirnya ke fun city yg lebih deket. deket banget malah kalo lewat pintu belakangnya.

tapi ya, masya Allah, kondisi jalanan ga kondusif banget. rencananya setelah dari fun city mau mampir lunch dulu sebelum pulang ga jadi deh. take away ajah..

efek abu vulkanik luar biasa memang. mata rasanya perih, hidung rasanya gatel. padahal itu di dalem rumah lhoh. habis itu pada kotor semuanya. pokoknya nggak nyaman lah rasanya. hujan jg blm turun hari sabtu itu. cuman gerimis bentar banget..

ahadnya, siangan habis dhuhur gitu, alhamdulillah hujan deressss resss. menggelontorkan abu vulkanik yang ngendon di atap-atap dan pohon-pohon. alhamdulillah ya Allah ... habis hujan seger banget rasanya..

baidewai, yg baru kena abu vulkanik aja susahnya kayak gitu ya. nggak bayangin yg rumahnya di sekitaran lokasi erupsi atau berdekatan atw lebih dekat ke Kelud daripada Solo yang agak jauh ini. Hmm.. memang harusnya selalu lihat ke bawah. jangan ngeluh aja bu! yang kondisinya jauh lebih parah masih banyak. sabar dunk bu rica! ketidaknyamanan ibu itu nggak ada apa-apanya dibanding korban Kelud yang sesungguhnya! Introspeksi, introspeksi ...


I don't like multi tasking, but I can't run from it!

kalo boleh milih, pengennya sih stay at home ajah.. nggak banyak urusan. nggak mikirin kerjaan, nggak pusing ngoreksi ulangan atau tugasnya murid2ku, nggak usah sibuk kegiatan di MEC atau MMPI, nggak usah ikut ini itu, bla bla bla..

etapi masalahnya, kita tidak hidup untuk diri kita sendiri. ada panggilan nurani dan tanggung jawab moral untuk mengambil bagian dalam memberikan manfaat bagi orang lain. yang sejatinya itu untuk diri kita sendiri juga. yang jelas, Allah paling tau lah apa motivasi kita melakukan itu semua.

kalo menurutku, multitasking memang kurang fokus. meski demikian, ada variabel lain yang membuatku memilihnya, yaitu keseimbangan. thats the point. peer bagiku yang multitasking seolah udah inheren dalam hidupku adalah membangun keseimbangan. tawazun!

bismillah, la quwwata illa billah..

Mencicipi LDR

Meski hari-hari terasa panjang, waiting and counting game pun akan segera berakhir. yuupz, insyaa'Allah 3 hari lagi suami pulang dari tugasnya di benua lain. secara umum, kerepotan dan kesibukan tanpa suami berjalan lancar (dengan kemudahan dari Allah tentunya), dan hampir tidak ada masalah berarti--bi aunillah.

selama suami nun jauh di sana, setidaknya, bisa nyicipin gimana sih rasanya LDR alias Long Distance Relationship. sebenarnya, dulu pernah juga sih pergi lama across the continental di negara yang berbeda. tapi waktu itu aku pulang kampung ke rumah ortu di Sby selama ditinggal pergi lama.  Jadi beda cerita lah.. ^^

well, alhamdulillah, bersyukur hari ini teknologi dah sangat mendukung. Skype dan Waslap, eh, WhatsApp rasanya begitu berarti keberadaannya. nggak bayangin aja mahalnya roaming kalo harus video call-an atw telpon2an. pernah nyoba sms, ternyata mihil jg...

pengalaman LDR mengajarkan untuk memanage rasa kangen. alhamdulillah punya 'tempat curhat' yang selalu ada 24 jam. Yep, Dia yang selalu ada untuk mendengar keluh kesah dan aduan kita. Yang paling tau display isi hati kita dan carut marutnya perasaan kita. I know, and I absolutely know, that He always there for me and give the best solution ...

pengalaman LDR juga mengajarkan, berartinya kehadiran seseorang. apalagi jika itu suami kita, bapaknya anak-anak kita. ada banyak hal yang hilang ketika ia tidak ada. ada banyak momen yang terlewat ketika ia tak hadir bersama kita dan anak-anaknya. membuat kita bisa semakin memaknai berharganya kehadiran dirinya.

pengalaman LDR juga membuat semakin bersyukur, bahwa apa yang kita alami masih jauh lebih baik daripada yang mungkin dialami orang lain. mengajarkan kepada kita bahwa yang kita alami bukanlah apa-apa dibanding yang lainnya.

That's all!


Friday, February 14, 2014

Nyoba Miksi #1



sepi. sunyi senyap. bahkan jangkrik pun enggan bersuara. aku tergolek di atas pembaringan, menatap langit-langit rumah yang mulai dipadati jejaring laba-laba. temaram lampu tidur keemasan menyinari sudut kamar.

kulirik jam weker di meja, sudah pukul 11 malam. cukup larut rupanya. kubalikkan tubuhku miring ke kiri dan membenarkan letak bantal. berkali-kali aku berusaha memejamkan mata, berupaya mengalihkan dunia nyata ke alam mimpi. namun terasa sulit sekali.

mungkin karena bongkahan  perasaan yang memenuhi pikiran. menciptakan kekalutan dan kegelisahan yang mendera. mengingatkanku kembali akan peristiwa di senja hari tadi. entahlah. tiba-tiba dadaku terasa sesak, hingga aku pun terisak.

sakitnya masih terasa jelas, menusuk bilik hati yang terdalam. semakin nyata memori itu mencuat dalam ruang benakku. membuat makin deras air mata ini mengalir, berderai menganak sungai.



Friday, January 31, 2014

(Temporary) Single Mom

Sudah seminggu lebih suami pergi karena ada kerjaan di luar negeri.  mau nggak mau, segala macem urusan dan seabreg kerjaan berkaitan dengan anak-anak dan rumah tangga, totally saya yang ngurus. dibilang repot, ya repot. tapi sebenarnya nggak repot-repot juga. asalkan dijalani dengan enjoy dan hati nyaman, in syaa' Allah rasanya lebih mudah. sambil terus berdoa supaya selalu dimudahkan oleh-Nya..

ada satu kerjaan yang belum pernah sekalipun saya ngerjain. masukin galon ke dispenser! tapi alhamdulillah bisa juga. sebenernya ada satu lagi, masang regulator LPG. ini sih masih ada, jadi baru masuk waiting list. moga-moga aja bisa dan lancar jaya. aamiin..

kalau dipikir-pikir, sebenarnya ibu-ibu itu multitaskingnya dah paket dari sono kayaknya, hehe.. pantes aja kalo ada yg bilang MOM itu singkatan dari Master of Multitasking. segala macem kerjaan bisa 'ditandangi'.
itu kalo dari sisi hal-hal teknis dan fungsional...

sedangkan dari sisi psikis, terus terang kehadiran laki-laki alias suami saya rasakan begitu penting dan terasa sekali ketika ia lama tak hadir seperti sekarang ini. seperti ada sesuatu yang hilang, bukan hanya secara fisik. tapi juga secara maknawi. ada gumpalan perasaan yang muncul dan gak bisa dihilangkan. terus menggumpal di setiap bangun tidur, beraktivitas, menjalani kerjaan-kerjaan rutin, hingga nanti tidur lagi, dan esoknya ketika bangun... masih saja menggumpal tak kunjung mencair. mungkin, saat suami datang nanti.. gumpalan perasaan itu akan melebur seketika dengan hadirnya ia.. (I guess..)

saya turut merasakan, menjadi single mom secara temporary saja selalu dihantui perasaan yang menginginkan hadirnya suami.. apalagi mereka yang single parent secara permanen.. yang saban harinya harus berjuang seorang diri mengurus anak-anak dan seluruh urusan yang ada. tanpa suami. setiap hari. selamanya.. (jika ia memutuskan tak menikah lagi)

atau, mereka para istri dan keluarga pejuang yang harus berpisah dalam jangka waktu yang lama dan tanpa kepastian kapan kembalinya. seperti keluarga para mujahidin Suriah yang harus merelakan istri dan anaknya di pengungsian, sedang mereka berjibaku di medan perang. bertaruh nyawa dan setiap hari bersitegang dengan peluru, bom, mortir, birmil dan MIG. mereka pun harus berpisah, dan tak bisa berjumpa hingga batas waktu yang tak pasti..

seperti kisah salah satu diantara mereka yang bernama Abu Utsman, sudah dua setengah tahun gak ketemu keluarganya. kalo pas kangen, beliau mencium popok kain milik anaknya yang selalu dibawa bersamanya. dalam kondisis seperti itu, beliau hanya bisa berharap, setidaknya bisa bertemu keluarganya sekali saja sebelum ditakdirkan menutup mata selamanya. sungguh mengharukan..

well.. *sigh* semoga Allah selalu menjaga dan melindungi para mujahidin dan keluarganya, serta menolong dan meneguhkan mereka. semoga pula, Allah senantiasa menjaga dan melindungi keluarga saya, khususnya suami dimanapun ia berada... *jagalah dia ya Allah..* serta memudahkan semua urusan dan selalu melimpahkan taufik dan hidayah-Nya kepada kami.. Aamiin..


Saturday, August 31, 2013

Kopi Instan & Cappuccino Good Day, Kopi Gaul Paling Enak

Sebagian orang, mungkin memaknai gaya hidup gaul dengan nongkrong di kafe sambil ngobrol dan menyeruput cappuccino. Saya termasuk yang sepakat akan hal itu. Terutama pada deret  dua kata terakhir. Yup, menikmati lezatnya cappuccino! 

Cappuccino adalah varian kopi yang paling digemari. Serasa nggak gaul rasanya, kalau belum pernah mencicipi kopi yang berpadu rasa manis pahit, plus creamy foam lembut dengan tampilan menawan itu. Apalagi, banyak yang bilang cappuccino termasuk minuman pembangkit good mood, serta membawa efek rileks pada tubuh. Pantas jika banyak yang gandrung sama kopi ini. 

Asal tahu saja, secangkir cappuccino lezat bisa saya nikmati dengan cara mudah. Hanya dengan kopi instan & cappuccino Good Day, kopi gaul paling enak. Bagi saya, untuk menikmati cappuccino yang kaya cita rasa, cukup dengan cara yang sederhana. Tak perlu pergi jauh-jauh atau bingung mencari cappuccino rekomendasi di berbagai tempat. Cukup dengan menyeduh sebungkus Good Day Cappuccino!

Secangkir Good Day Cappuccino tak hanya menawarkan kesan berbeda dan rasa yang istimewa, namun juga sensasi busa lembut dengan taburan butiran cokelat di atasnya. Menikmatinya kala senja hari di beranda rumah, sungguh nyaman sekali rasanya.

Paling Enak, Tetap Gaul dengan Cara Hemat (foto dokumen pribadi)

Rangkaian hari memuat berbagai situasi dan kondisi. Ada tawa, sedih dan gundah, bahkan air mata bahagia. Ada saatnya panas meranggas, adakalanya dingin menggigil. Suasana hati dan cuaca, memang tak bisa ditebak kepastiannya. 

Good Day, Kaya Rasa Penuh Warna (foto dokumen pribadi)


Kopi instan & cappuccino Good Day, kopigaul paling enak adalah sahabat sejati, yang menemani dan menghibur diri ini dari berbagai suasana hati dan kondisi. Varian kopi instan Good Day menawarkan keleluasaan pilihan dalam suguhan kenikmatan.  Ketika hati ini terasa beku, sekeliling terasa dingin, hari terasa garing... secangkir kopi dengan pilihan berbagai rasa, menjadi jawaban tuk dihadirkan. 
Vanilla Latte dan Mocacinno (foto dokumen pribadi)
Vanilla Latte, rasa vanilla lezat pembangkit semangat.

Mocacinno, rasa mocca unik membuat pikiran tergelitik. 


 

Carrebian Nut (foto dokumen pribadi)

The Original (foto dokumen pribadi)

Coolin' Coffee (foto dokumen pribadi)
Carrebian Nut, kopi rasa hazelnut yang tak ada duanya.

The Original, kopi dengan gula dan creamer, membuat hati menjadi lumer.

Coolin' Coffee, panas campur dinginnya sensasi mint. Garing pun jadi minggir!


Chococinno (foto dokumen pribadi)

Coffemix (foto dokumen pribadi)


Chococinno, chocolicious coffee!

CoffeeMix, perfect mixed, perfect taste...

 
Kala panas sedang menyengat, hati seolah berkarat, dan pikiran terasa penat... secangkir kopi dingin Good Day Coffee Freeze siap menemani dan menjadi sahabat sejati. Cukup dengan segelas air dingin, langsung larut dan siap seruput.


Mocafrio dan ChocOrange (foto dokumen pribadi)
 Moccafrio, rasa mocca dingin segar, perasaan jadi bugar 

Choc’O’range, sejuknya kopi dingin dengan variasi orange flavor yang sensasional

Kopi instan Good Day memang kaya rasa. Berbagai pilihan ditawarkan. Karenanya, aroma dan cita rasanya beragam sesuai selera. Good Day sangat memahami emosi dan mood yang berbeda, sehingga berbagai jenis rasa tersedia. Bebas pilih dan bebas bosan. Sesuai dengan hidup yang semarak penuh warna. Kopi instan & cappuccino Good Day, kopi gaul paling enak.
 
My Good Day
(foto dokumen pribadi)
Inilah yang membuat saya terus bertahan menjadikan Good Day sebagai sahabat sejati dan pendamping setia hari-hari saya. Entah sudah berapa tahun berlalu sejak awal saya menjalin persahabatan penuh cita rasa dengannya. Koleksi cangkir Good Day termasuk salah satu ‘kenang-kenangan’ yang tersimpan rapi dan senantiasa terjaga. Meski ada sebagian yang sudah pecah. Tak apalah, yang penting ‘tanda cinta’ masih ada yang tersisa.

Adakalanya saya harus berkemas dan pergi ke suatu tempat. Untungnya, kini sudah rilis kemasan RTD (Ready To Drink) dengan format Botol PET. Seperti biasa, mantap dan kayaaa rasanya! Duo varian Good Day Funtastic Mocacinno dan Good Day Tiramisu Bliss .  Kopi instan & cappuccino Good Day, kopi gaul paling enak!
Duo Good Day Botol; Funtastic Mocacinno dan Tiramisu Bliss 
(foto dokumen pribadi)
FYI, Good Day menjadi merek pelopor yang meluncurkan minuman kopi dalam bentuk Botol PET di Indonesia. Kemasan botol yang unik dan keren memungkinkan saya untuk menikmati kopi kapan saja dan di mana saja. Kita tidak perlu khawatir untuk langsung menghabiskannya, karena dapat ditutup setelah mengonsumsinya, juga bisa dibawa ke mana-mana. Kemasan botol menawarkan kemudahan menikmati kopi Good Day setiap saat, setiap waktu. 

Sering kali, minum kopi identik dengan upaya agar mata tetap terjaga, alias penahan kantuk saja. Hal ini tidak berlaku dengan kopi instan Good Day, karena saya mengonsumsi Good Day adalah untuk menikmati ragam jenisnya yang penuh selaksa rasa. Kopi instan & cappuccino Good Day, kopi gaul paling enak... Meski memang, kopi instan Good Day juga cukup efektif jika difungsikan sebagai penahan kantuk.

BTW, hidup itu penuh dengan pilihan. Saya sendiri telah mantap memilih Good Day dan menjadikannya sahabat yang selalu menemani hari-hari penuh warna dan rasa. Dan karena hidup punya banyak rasa, kopi Good Day punya banyak rasa yang mewarnai hidup saya...



Tuesday, May 21, 2013

Nge-Blog ah...

Awalnya, blog ini menjadi portofolio artikel-artikel yang pernah aku tulis. Tapi setelah dipikir-pikir, kenapa nggak bikin dua blog aja ya.. yang sifatnya artikel plus makalah aku tempatin di blog khusus tentang itu, dan untuk blog ini khusus jadi tempat mengikat makna dan mengungkap isi pikiran dan hati. Exploring the mind!

Finnally, setelah hari ini pindahan usung-usung konten blog yang dulu, ke depan insya Allah blog ini akan ku corat-coret, haha.. setidaknya, apa yang ada dalam hati dan pikiran, seringkali memang harus diterjemahkan dalam tulisan.Paling tidak, anak cucu dan terutama diri kita sendiri akan banyak belajar dari momen yang telah berlalu. Sehingga kita bisa menuai hikmah dan pelajaran dari kejadian tersebut. imho, pada dasarnya setiap penggal episode yang kita jalani dalam kehidupan ini bertabur makna dan hikmah, tinggal bagaimana angle kita menangkap dan mengikatnya, lalu mengambil pelajaran darinya. Intinya, kita yang kudu pinter2 berburu makna dan hikmah tersebut...

Baidewei eniwei baswei, sebagaimana filosofi yang kucoba untuk membuatnya mengakar kuat dan mengurat erat dalam jiwa dan diri ini, IKHLAS... dalam setiap gerakan yang dilakukan bagian-bagian anggota tubuh ini, bahkan desah nafas sekalipun. harus bernilai di sisi Allah. Sehingga, bukan kesia-siaan yang kita kerjakan. tapi memang BERMOTIF! Dan motif itu harus IKHLAS! Bukan untuk mencari popularitas, bukan supaya kita 'dianggap' oleh orang lain, juga bukan untuk 'berbangga-bangga diri'..Ini lho akyu... (huek!)

Sayang kan, kalau hal yg biasa sekedar kita lewatin sbg hal yg biasa aja. Ga ada nilainya di sisi Allah. Nah, aku sih pengennya... setiap apa yang aku lakukan, bernilai di sisi-Nya. Agar kemanfaaatan itu kembali pada diriku, terutama pada diriku. Toh, apa sih yang kita cari di kolong langit ini?

Kalo kita jujur sebagai hamba Allah, bukankah hidup ini mmg 'ngibadah'.. ya sudah seharusnya tho kita kerangkakan tiap cuplikan-cuplikan kehidupan ini sbg ibadah... Apapun itu.. baik sebagai istri, ibu, teman, tetangga, guru, karyawan, atau woteper lah....Yah, termasuk ngeblog sekalipun! Hehehe..